Sejarah Desa
Desa teku terletak di sebelah timur Kecamatan Balantak. Terbentuk Desa Teku mulanya adalah terdapat empat kelompok/kumpulan orang masih tinggal tersebar disekitar pegunungan. empat kelompok ini sebagian terdiri dari suku Bugis, Balantak dan Saluan
Kemudian dengan datangnya raja banggai yang setiap tahun menyelenggarakan panen ikan bersama masyarakat di danau yang ada di wilayah tersebut. empat perkumpulan /kelompok pada waktu itu adalah empat keluarga besar yang tidak dipisahkan satu sama lainnya. Tetapi atas instruksi raja banggai (syukuran amir), maka empat keluarga besar yang tinggal berjauhan (pengununggan dan pesisir pantai) disatukan dipesisir pantai dan arel tersebut dinamakan teku yang artinya tokun (perkumpulan). Semenjak itu Pemerintahan sudah mulai dikenal dimana Kepala Desa yang menjabat adalah:
-
Amang Maudara (1937)
-
Ferdy (1950)
-
Sabara (1955)
-
Hanafi Matorang (1958)
-
Jaelani Asamin(1964)
-
Hasan Safir (19710)
-
Yusuf Asamin (1970 – 1975)
-
Taba Matorang (1975 – 1983)
-
Hamsin Latarang (1983 – 1991)
-
La. Lasandre (1991 – 1992)
-
Kasmat Maurani (1992 – 1994)
-
Husain Lamato (1994 – 1998)
-
Mustafa Tatuereng (1994 – 2000)
-
Drs. Ilham Lasandre (2000 – 2010)
-
Suspina Labelo (2011)
-
Liswan Gani (2012 – 2018)
-
Irwan Rahman SPd (2018 – 2020)
-
Imran Bungaadjim, S.IP (2020 – 2021)
-
Jufri A. Lasandre (2021 – Sekarang)